Jurnal Pengabdian Aceh https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian <p>Jurnal ini merupakan jurnal pengabdian yang bersifat dan terbuka kepada semua pengabdi dari semua disiplin ilmu. Semua artikel yang dipublikasikan di jurnal ini berasal dari kegiatan pengabdian dan belum dipublikasikan di tempat lain yang memiliki ISSN atau ISBN.</p> <p>Biaya penerbitan di jurnal ini sebesar Rp 100.000 (Seratur ribu rupiah) untuk biaya web dan biaya administrasi lainnya.</p> <p>Jurnal ini terbit sebanyak empat kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember)</p> <p> </p> en-US kafazi90@gmail.com (Kamal Fachrurrozi) kafazi90@gmail.com (Kamal Fachrurrozi) Mon, 29 Jun 2026 10:53:26 +0700 OJS 3.3.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Pendampingan dan PelatihanDigital Entrepreneurhip Academy Level Dasar I: Kewirausahaan Digital Dasar https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/428 <p><em>Peningkatan produktivitas dan inovasi, serta perluasan akses UMKM ke marketplace, industri, dan lembaga keuangan, dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pelatihan dan pendampingan kewirausahaan digital. Pelatihan Kewirausahaan Digital Dasar merupakan upaya pembentukan mindset kewirausahaan digital dan pengenalan terhadap wirausahawan digital melalui penjelasan teori, konsep, praktik, serta diskusi kelompok. Pelatihan ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, pelaku dan calon pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maupun pelaku dan calon pelaku UMKM konvensional, dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul di era revolusi industri 4.0. Pelatihan kewirausahaan digital dasar I dan Pendampingan Pasca Pelatihan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan saat pelatihan dan setelah pelatihan selesai, yang berlangsung selama minimal 7 hari dan maksimal 14 hari, hal ini bertujuan memberikan waktu bagi peserta melakukan Latihan mandiri kemudian dapat melakukan klarifikasi atau pendalaman dengan pengajar terhadap materi yang telah diajarkan selama pelatihan, agar indikator capaian pendampingan dapat terpenuhi dengan baik. Peserta dalam pelatihan ini adalah wirausaha digital dan tradisional, calon pelaku wirausaha, Ibu Rumah Tangga, dan masyarakat umum yang berdomisili di Provinsi Sumatera Selatan.</em> <em>Para peserta pelatihan pelaku maupun calon pelaku wirausaha, sangat bersemangat dan berharap ke depan dapat mengikuti level selanjutnya, yaitu pelatihan pemasaran digital dasar 2. Peserta calon pelaku usaha merasa termotivasi untuk merencanakan dan memulai usaha yang telah mereka minati setelah mengikuti pelatihan, termasuk peserta yang sudah memiliki usaha karena dapat memanfaatkan media sosial dalam menjalankan usaha serta&nbsp; membuat email, Google Maps, dan OSS. 85% peserta mampu memahami dan mempraktikkan secara langsung materi pelatihan yang telah diberikan.</em></p> Mardalena, Hera Febria Mavilinda Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/428 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Penyaluran Program Bantuan Dana Solidaritas Ummat Korban Terdampak Banjir Berbasis Kebutuhan di Kabupaten Aceh Utara berbasis Filantropi https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/427 <p><em>Banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompok rentan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu korban banjir melalui distribusi bantuan berbasis filantropi. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan Rumah Amal Universitas Syiah Kuala dan relawan, penyortiran bantuan berdasarkan kelompok usia, distribusi melalui posko dan perangkat gampong, serta monitoring dan evaluasi. Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, makanan anak, dan kebutuhan pendukung lainnya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan filantropi meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sesuai kebutuhan balita, anak-anak, dewasa, dan lansia. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara lembaga sosial, akademisi, relawan, dan masyarakat dalam penanganan bencana.</em></p> Novi Indriyani Sitepu, Aliasuddin, Nanda Rahmi, Kamal Fachrurrozi, Faizah Amalina, Nashrillah Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/427 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Transformasi Pengelolaan Sampah Melalui Bumg: Studi Kasus Desa Ateuk Cut Menuju Kemandirian Ekonomi Berbasis Lingkungan https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/426 <p><em>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyusun rencana bisnis pengelolaan sampah yang terintegrasi melalui BUMG Desa Ateuk Cut, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi. Kegiatan ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, diskusi kelompok, dan observasi lapangan untuk menggali potensi serta tantangan yang dihadapi BUMG. Hasil menunjukkan bahwa TPS telah beroperasi dengan dukungan masyarakat dan desa lain, namun masih terkendala dalam aspek pemilahan sampah, ketergantungan dana iuran, dan pemanfaatan sarana seperti mesin kompos yang belum berjalan optimal. Melalui program pengabdian, tim mengenalkan tiga ide usaha yaitu lili aroma terapi dari minyak jelantah, kerajinan tangan dari sampah plastik, dan sistem bank sampah. Respons masyarakat menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk memulai usaha sederhana berbasis lingkungan, Program ini menjadi awal dan tranformasi pemahaman bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga bisa menjadi potensi di sektor perekonomian. Diharapkan BUMG dapat menyusun rencana bisnis berkelanjutan, memanfaatkan teknologi yang ada, dan memperkuat kolaborasi untuk pengembangan usaha di masa depan.</em></p> Natasya Supma, Zakia, Nelda Eka Septiana, Farras Ramadhani, Tiara Aprilia, Nazamuddin Nazamuddin, Apridar Apridar, Weri Weri, Cut Risya Varlitya, Riswandi Riswandi Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/426 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 From Pocket Money to Future Planning: Enhancing Financial Literacy and Saving Awareness among Elementary School Students through Interactive Financial Education https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/425 <p><em>Financial literacy is an understanding of finance that needs to be developed from an early age to help children make responsible financial decisions and build positive financial habits. Many elementary school students still have a limited understanding of money management and the importance of saving. This community service activity aims to increase financial literacy and savings awareness among students of SD Negeri 63 Banda Aceh through an interactive financial education program. This activity uses a participatory learning approach that involves presentations, educational games, discussions, question-and-answer sessions, and buy-and-sell simulations using toy money and simple learning media for 28 students who participated in this program. The results showed an increase in students' understanding of basic financial concepts, including the difference between needs and wants, the importance of saving, and simple money management practices. Students are actively engaged in learning activities and show greater awareness of responsible spending and saving. The use of interactive and experiential learning methods allows participants to apply financial concepts in practical situations, making the learning process more meaningful and interesting. The findings show that interactive financial education can improve financial literacy and foster a positive attitude towards saving among elementary school students.</em></p> Putri Salsha Ghifania, Suriani Suriani, Ade Septia Muhta, Khairan Asyifa, Rani Indriaska Bela, Sri Rosmiati Sani Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/425 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pemberdayaan Gampong Binaan melalui Kebun Gizi Gampong Berbasis Tanaman Lokal Bergizi (Kelor, Pegagan, Temulawak) untuk Pencegahan Stunting di Gampong Jawa Banda Aceh https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/424 <p><em>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, dengan tujuan mengembangkan kebun gizi gampong dan meningkatkan kapasitas kader Posyandu, kader pembangunan manusia (KPM), serta masyarakat, dalam pemanfaatan tanaman lokal bergizi untuk pencegahan stunting. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman kader terkait edukasi gizi berbasis tanaman lokal (kelor, pegagan, dan temulawak), belum tersedianya media edukasi berkelanjutan, belum terintegrasinya model pemberdayaan desa, serta belum optimalnya pemanfaatan lahan gampong sebagai kebun gizi. Solusi yang diterapkan berupa pengembangan kebun gizi berbasis tanaman lokal bergizi melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, pelatihan budidaya, dan monitoring menggunakan pre/post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya peserta masing-masing ≥80%, terbentuknya kebun gizi gampong sebagai percontohan, serta munculnya inisiatif usaha mikro berbasis pangan herbal lokal. Program ini berpotensi menjadi model pemberdayaan desa berkelanjutan dalam mendukung pencegahan stunting dan penguatan ekonomi keluarga.</em></p> Wahyu Eka Sari, Henni Vanda, Virda Zikria, Lian Varis Riandi, Rumi Sahara Zamzami, Nasrullah, Muhammad Hambal, Daniel, Awaluddin, M. Hasan Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/424 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Post-Flood Sanitation Education and Food Support to Prevent Disease in Reuloh Village, Aceh Besar https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/423 <p><em>This community service activity was conducted in Reuloh Village, Aceh Besar, after severe floods in November 2025 that damaged houses, contaminated water sources, and increased the risk of waterborne and hygiene-related diseases. The program aimed to strengthen residents’ knowledge, attitudes, and practices regarding sanitation and environmental cleanliness to prevent post-flood illness, while providing basic food support to affected households. Using a service-learning approach, lecturers and students from the Department of Development Economics, Universitas Syiah Kuala, conducted interactive educational sessions on safe water treatment, household sanitation, and personal hygiene, accompanied by the distribution of food packages. The results showed an increase in knowledge scores, high levels of participant satisfaction, and strong self-reported intentions to apply recommended practices at home. Early signs of behavior change were observed in the form of joint clean-up initiatives and commitments to boil drinking water. The activity indicates that short, targeted education on water, sanitation, and hygiene (WASH), integrated with social support, can contribute to post-disaster disease prevention and enhance community resilience in flood-prone areas.</em></p> Taufiq C Dawood, Chenny Seftarita, Sri Sukma Wahyuni, Apridar, Hendra Halim, Diana Sapha, Ernawati, Srinita, Anita Faiziah, Lukman Hakim Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/423 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Purifikasi Minyak Nilam Aceh Secara Distilasi Vakum Sebagai Fiksatif Parfum Untuk Kelompok Usaha Masyarakat https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/422 <p><em>Indonesia adalah pemasok 90% kebutuhan nilam dunia dimana nilam Aceh menjadi salah satu produsen dari komoditi ini. Minyak nilam banyak digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai produk industri seperti parfum, sabun, pelembab, pembersih, dan lain-lain. Melalui ARC-PUIPT, Nilam Aceh telah dikembangkan dengan menggunakan berbagai teknologi ekstraksi, distilasi dan pengembangan produk turunan lainnya. Pengembangan ini dimaksudkan untuk memberi nilai tambah bagi masyarakat dengan berbagai produk inovasi berbasis minyak nilam. Pengabdian ini bertujuan mengajarkan teknologi proses dan purifikasi nilam kepada masyarakat. Ada 3 kegiatan utama yang dilakukan, pertama, pelatihan pengembangan produk inovatif berbasis minyak nilam yaitu pengenalan teknologi purifikasi minyak nilam melalui distilasi vakum. Kedua, produksi parfum dan pemberian alat produksi untuk mitra, dan ketiga, pelatihan dan pendampingan untuk pembuatan merek (branding) dan pemasaran (marketing). Kegiatan diberikan kepada dua mitra yaitu Kelompok Usaha Atsirina dan Komunitas Nilam Aceh Heritage. Hasil tiga kegiatan ini memberikan pengetahuan dan alih teknologi serta pendampingan kepada mitra bagaimana cara minyak nilam dapat diproses melalui purifikasi menjadi hi-grade patchouli dan digunakan sebagai bahan baku produksi berbagai produk yang bernilai ekonomi. Selanjutnya, mitra juga diajarkan meracik parfum kualitas tinggi dengan menggunakan minyak nilam yang telah dipurifikasi. Racikan juga dengan mengenalkan filosofi parfum yang melibatkan tiga komposisi utama yaitu top note, middle note dan base note. </em><em>Akhirnya, mitra diberikan peralatan, bahan produksi, pendampingan produksi, pembuatan kemasan dan merek (branding). Diharapkan mitra mampu memperkuat citra publik terhadap produk parfum yang dihasilkan sehingga dapat berdampak pada pemasaran produk yang lebih baik dan akhirnya mampu meningkatkan omzet penjualan dan perluasan pasar.</em></p> Syaifullah, Miksalmina, Suraiya, Ernawati, Adinda Gusti Vonna, Sabrina Khairunnisa, Nanda Fularia Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/422 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Solidaritas Makmeugang Ramadhan: Program Berbagi Rendang dan Madu ISEI–Rumah Amal USK untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Aceh Utara https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/421 <p><em>Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025 menyebabkan terganggunya aktivitas sosial ekonomi masyarakat serta menurunnya kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama pangan. Kondisi tersebut semakin berat karena sebagian masyarakat kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan sarana produksi, serta menghadapi keterbatasan akses terhadap bahan makanan dan fasilitas memasak. Dalam situasi darurat, diperlukan bantuan pangan yang cepat, praktis, bergizi, mudah didistribusikan, serta sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir melalui Program Berbagi Rendang dan Madu yang dilaksanakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bekerja sama dengan Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK). Program ini dilaksanakan pada tanggal 15–17 Februari 2025 di Kecamatan Langkahan, Muara Batu, dan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat, penggalangan donasi, persiapan dan pengemasan bantuan, distribusi bantuan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan. Bantuan yang disalurkan terdiri atas 223 paket rendang, 231 botol madu, dan jajanan anak-anak dengan total nilai bantuan hampir Rp30.000.000. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bantuan pangan siap santap berbasis kearifan lokal mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak secara cepat dan tepat sasaran. Selain membantu pemenuhan kebutuhan dasar, program ini juga memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan, serta menghidupkan kembali nilai-nilai Meugang sebagai tradisi berbagi menjelang Ramadhan. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara organisasi profesi, lembaga filantropi kampus, relawan, dan masyarakat lokal dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.</em></p> Novi Indriyani Sitepu, Aliasuddin, Faisal, Jasman J Ma’ruf, Darwanis, Nanda Rahmi, Aida Rina Elisiva, Syukriy Abdullah, Jalaluddin, Amri ZA Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/421 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Pendampingan dan PelatihanDigital Entrepreneurhip Academy Level Dasar I: Kewirausahaan Digital Dasar https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/420 <p><em>Peningkatan produktivitas dan inovasi, serta perluasan akses UMKM ke marketplace, industri, dan lembaga keuangan, dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pelatihan dan pendampingan kewirausahaan digital. Pelatihan Kewirausahaan Digital Dasar merupakan upaya pembentukan mindset kewirausahaan digital dan pengenalan terhadap wirausahawan digital melalui penjelasan teori, konsep, praktik, serta diskusi kelompok. Pelatihan ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, pelaku dan calon pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maupun pelaku dan calon pelaku UMKM konvensional, dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul di era revolusi industri 4.0. Pelatihan kewirausahaan digital dasar I dan Pendampingan Pasca Pelatihan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan saat pelatihan dan setelah pelatihan selesai, yang berlangsung selama minimal 7 hari dan maksimal 14 hari, hal ini bertujuan memberikan waktu bagi peserta melakukan Latihan mandiri kemudian dapat melakukan klarifikasi atau pendalaman dengan pengajar terhadap materi yang telah diajarkan selama pelatihan, agar indikator capaian pendampingan dapat terpenuhi dengan baik. Peserta dalam pelatihan ini adalah wirausaha digital dan tradisional, calon pelaku wirausaha, Ibu Rumah Tangga, dan masyarakat umum yang berdomisili di Provinsi Sumatera Selatan.</em> <em>Para peserta pelatihan pelaku maupun calon pelaku wirausaha, sangat bersemangat dan berharap ke depan dapat mengikuti level selanjutnya, yaitu pelatihan pemasaran digital dasar 2. Peserta calon pelaku usaha merasa termotivasi untuk merencanakan dan memulai usaha yang telah mereka minati setelah mengikuti pelatihan, termasuk peserta yang sudah memiliki usaha karena dapat memanfaatkan media sosial dalam menjalankan usaha serta&nbsp; membuat email, Google Maps, dan OSS. 85% peserta mampu memahami dan mempraktikkan secara langsung materi pelatihan yang telah diberikan.</em></p> Mardalena, Hera Febria Mavilinda Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/420 Tue, 23 Jun 2026 00:00:00 +0700 Analisis Daya Tarik Produk Ecoprint Sebagai Alternatif Fashion Ramah Lingkungan https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/417 <p><em>Industri tekstil merupakan salah satu penyumbang utama pencemaran lingkungan, khususnya dari penggunaan zat pewarna sintetis yang mengandung bahan kimia berbahaya dan sulit terurai. Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, teknik ecoprint dikembangkan dengan memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, dan bagian tumbuhan lain melalui proses contact printing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tarik produk ecoprint yang mengombinasikan motif daun dan geometris, serta menilai persepsi konsumen terhadap aspek estetika dan nilai keberlanjutan produk. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 50 orang di wilayah Aceh Besar. Data dikumpulkan melalui eksperimen produksi dan penyebaran kuesioner kepada calon konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% responden menilai motif dan warna ecoprint menarik, dan seluruh responden menyatakan ecoprint merupakan produk ramah lingkungan. Produk yang paling diminati adalah tas, pakaian, dan jilbab, dengan preferensi terhadap pemasaran melalui media digital. Berdasarkan temuan tersebut, ecoprint memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk fashion berkelanjutan yang memiliki nilai estetika, ekologis, dan ekonomi. Pengembangan lebih lanjut diperlukan pada variasi warna, motif, dan desain agar dapat meningkatkan daya saing di pasar.</em></p> Ashfa Achmad, Rosmala Dewi, Fitriana Fitriana, Nurbaiti Nurbaiti, Indri Mardiansih, Husaini Husaini, Ichwana Ramli Hak Cipta (c) 2026 https://mail.jpaceh.org/index.php/pengabdian/article/view/417 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700