Pelatihan Pembuatan Bioaktivator dan Pupuk Organik dari Limbah Kopi
Kata Kunci:
coffee waste, organic fertilizer, bioactivator, MOL, EM, coffee farmers, Bener MeriahAbstrak
Pengelolaan limbah hasil usaha perkebunan kopi merupakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian di sentra produksi kopi di Aceh. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola limbah organik, khususnya limbah yang berasal dari kegiatan perkebunan dan pengolahan kopi, menjadi pupuk organik serta bioaktivator berupa effective microorganisms (EM) dan mikroorganisme lokal (MOL). Kegiatan dilaksanakan di Koperasi Buana Mandiri, Pondok Baru, Kabupaten Bener Meriah, melalui dua tahap, yaitu 29–30 Januari 2024 dan 8–9 Februari 2025, dengan peserta anggota koperasi sebanyak 80 orang. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi secara tatap muka, praktik pembuatan EM, MOL, dan pupuk organik, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tahap II memberikan perubahan pengetahuan yang lebih kuat, dengan nilai rata-rata meningkat dari 67 pada pre-test menjadi 83 pada post-test. Pada tahap I, nilai rata-rata tercatat 49 pada pre-test dan 41 pada post-test; laporan kegiatan menjelaskan bahwa ketidakkonsistenan kehadiran peserta pada pre-test dan post-test turut memengaruhi nilai rata-rata. Secara praktik, kegiatan menghasilkan sekitar 80 liter EM dan MOL serta sekitar 1,2 ton bahan pupuk organik yang masih berada dalam proses pengomposan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang memadukan penjelasan dan praktik dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pemanfaatan limbah kopi. Ke depan, pendampingan berkelanjutan, penguatan evaluasi, dan pengujian mutu produk perlu dilakukan agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara konsisten pada tingkat kelompok tani.


